Minggu, 17 April 2011

Berita-berita seputar Rumah Tahfidz


Belajar Intensif di Rumah Tahfidz
Untuk melahirkan generasi Qurani, menyiapkan anak-anak kita sedini mungkin mampu membaca Al-qur’an, kemudian setelah mereka mampu membaca alqur’an diajarkan cara menghafal Al-qur’an, itu tujuan didirikannya rumah tahfidz ini” Jelas Ustadz Maukuf, S.pd, selaku pengajar rumah tahfidz.
Aktifitas anak-anak rumah tahfidz sama seperti anak-anak reguler, pada pagi hari pukul 07.15 wib, melakukan sholat Duha, setelah itu mereka menghafal Al-qur’an dan mengulang hafalan Al-qur’an yang sudah dihafal hari-hari sebelumnya. Setelah itu anak-anak masuk kedalam kelas breakfast bersama, dan dilanjutkan belajar seperti biasa dilanjutkan belajar menghafal Al-qur’an. Anak-anak pulang jam 16.30 wib.  Alokasi belajarnya sama dengan kelas regular, hanya saja orientasi kita lebih banyak untuk mendalami Al-qur’an.Ustadz Maukuf, menjelaskan kepada JISc News.
 “Dari sisi kurikulum Diknasnya sama, kurikulum Internasionalnya sama, dirumah tahfidz lebih ditekankan pendalaman al-qur’an yang lebih terkontrol, lebih rapi” imbuhnya.  Proses pembelajaran dirumah tahfidz, semuanya sama dengan program regular. Metode penghafalan al-qur’an dirumah tahfidz, mengulang sampai 60 kali. Setiap hari anak-anak menghafal al-qur’an sampai 10 kali.
Selain itu dirumah tahfidz juga ada program outbond, dan latihan kepemimpinan bagi anak, untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan mereka.
Belajar di rumah tahfidz sangat intensif. Anak-anak tetap fun, walaupun belajar dari pagi hari sampai sore hari, karena metode belajar di rumah tahfidz telah di set sedemikian rupa yang menarik dan tidak membosankan bagi anak. “Kita mencoba memodifikasi  sedemikian rupa, setelah Ashar mereka yang membuat mereka segar, jadi mereka lebih merasa enjoy disini, seperti dirumah sendiri” ujar Ustadz muda ini. (MB)
Rumah Tahfidz
di JOGJA saat ini telah banyak berdiri rumah tahfidz - rumah tahfidz yang tersebar di kota dan pedesaan, rumah tahfidz adalah suatu tempat yang di dalamnya terdapat anak anak yang mempelajari Al-Qur'an dari membaca, menghafal, menterjemahkan juga mengamalkan dalam kehidupan sehari hari. rumah tahfidz ini berdiri di bawah yayasan PPPA DARUL QUR'An yang di pimpin oleh ustdz Yusuf Mansyur.
bagi anda yang ingin putra putrinya menjadi seorah hafidz Al-Qur'an silahkan daftarkan di rumah tahfidz.
biaya pendidikan
GRATISSS TISS
silahkan silaturahmi ke rumah tahfidz...
1. Jl Deresan III no 24 Santren catur tunggal Yogyakarta
2. Jl Balirejo I no 21 mujamuju umbulharjo yogyakarta
dan masih banyak lagi...

rumah tahfidz DAQU
infestasi terbaik untuk putra-putri anda

Wisuda Santri Rumah Tahfidz Cikarang Baru

CikarangOnline.com – Rumah Tahfidz yang didirikan dibawah naungan PPPA di wilayah Cikarang Baru awal Agustus kemarin mengadakan Wisuda dan Syukuran. Rumah Tahfidz ini didirikan sekitar 5 bulan yang lalu di Wilayah Cikarang Baru, saat ini sudah menghasilkan beberapa Santri yang bisa menghafal Juz 30.
Wisuda dan Syukuran yang diadakan sekitar awal Agutus kemarin menampilkan beberapa anak santri yang sudah hafal Juz 30. Ada sekitar 7 anak santri yang sudah hafal, ini merupakan awal yang baik dan sangat membanggakan kami sebagai orang tuanya tutur salah satu orang tua Santri saat di temui dilokasi Wisuda.
Rumah Tahfidz ini didirikan atas Swadaya Masyarakat, dimana salah satu warga Cikarang Baru me-wakaf-kan rumahnya sebagai Rumah Tahfidz. Kegiatan pengajian diadakan setiap sore dan malam hari. Untuk biaya Operasional diperoleh dari Warga yang peduli dan menjadi Donatur tetap.
Dalam perkembangannya, saat ini Rumah Tahfidz baru saja memiliki sarana untuk mengaji anak-anak. Sarana ini didirikan atas gotong royong warga sekitar. Anak-anak santri terlihat begitu senang dengan rumah baru nya.
Kepengurusan Rumah Tahfidz pun dikelola oleh warga sekitar yang bekerja sama dengan DKM Mesjid Darussalam RW.08 Jayamukti.
Duduk sebagai Ketua Operasional saat ini dipegang oleh Ust.Samsuri dan Bendahara oleh Ust. Eko serta kepengurusan yang lainnya di pegang oleh warga lainnya.
Untuk menjadi Santri di Rumah Tahfidz ini tidak di perlukan biaya yang sangat banyak karena semuanya didasarkan atas keikhlasan dan sukarela serta terbuka untuk umum. Warga di Cikarang Baru bisa memanfaatkan Rumah Tahfidz ini untuk mendidik anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. (CIO/WW)

Berdirinya Rumah Tahfidz Qur’an PPPA di Cikarang Baru

Sabtu 10 April 2010 di Cikarang Baru telah berdiri Rumah Tahfidz Qur’an yang di bina oleh pesantren Darul Qur’an milik Ustadz Yusuf Mansur yang bekerjasama dengan warga RW.08 dan pengurus Masjid Darussalam.
Pada Sabtu sore pembukaan dilaksanakan untuk anak-anak, dengan menampilkan mobil qur’an PPPA dengan berbagai cerita menarik dan tanyangan VCD yang sungguh bagus dan membuat anak-anak senang. Terlebih di suguhkan cerita / dongeng oleh salah satu kru dari Mobil Qur’an tersebut. Juga diberikan beberapa hadiah-hadiah buku dan VCD untuk anak-anak.


Program PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an) ini didirikan di berbagai wilayah di Indonesia, hingga ke Irian dan Kalimantan rencananya. Ustad Yusuf Mansur merencanakan lebih dari 15.000 rumah Tahfidz Qur’an hingga tahun 2015 dan disanalah akan menghasilkan ribuah orang yang hafal Al-Qur’an.
Di Cikarang Baru yang bertempat di depan Masjid Darussalam RW.08 Desa Jayamukti Cikarang Pusat tepatnya di wilayah lingkungan Anoa ini akan menerima santri yang ingin belajar Qur’an khususnya Penghafal Qur’an. Silahkan Putra/Putri anda di daftarkan disana.
Ustad Zaenal yang pada malam itu meresmikan Rumah Tahfidz menuturkan kalau saat ini masyarakat kita sudah sedikit yang pergi mengaji ke tempat-tempat pengajian, bahkan banyak yang tidak tahu bagaimana membaca Al-Qur’an apalagi menghafalkannya. Maka dari itu didirikanlah Rumah Tahfidz Qur’an untuk Sarana belajar menghafal dan mengkaji Al-qur’an ini.
Ustadz Zaenal secara resmi membuka dan menyerahkan kepada Pimpinan Rumah Tahfidz Qur’an Cikarang Baru sebuah Al-Qur’an sebagai simbol resmi dibukanya Rumah Tahfidz ini. Ustadz Fahmi sebagai pimpinannya mengucapkan terima kasih kepada semua warga Cikarang Baru dan juga khususnya kepada yang telah mewakafkan rumahnya untuk di gunakan sebagai Rumah Tahfidz dan  akan membangun Rumah Tahfidz ini bekerja sama dengan warga sekitar serta meminta dukungan kepada semua masyarakat di Cikarang baru ini agar mau memiliki dan mengembangkan rumah Tahfidz ini bersama-sama dan menciptakan generasi yang hafal dan mengkaji al-Qur’an.

Ketika Surah Al Mujadillah Beraksi di Rumah Tahfidz

Sebulan lebih bersama belia-belia pilihan adalah kebahagian. Satu bulan yang terasa benar kesulitan dan tantangannya. Tapi ini adalah pilihan hidup, amanat meneruskan estafeta perjuangan pendidikan generasi muda islam. Rumah tahfidz ini didirikan dengan cita-cita mulia , yaitu menanamkan nilai-nilai qur’ani pada gadis muslimah belia yang akan tercermin pada sikap, perilaku dan mentalitasnya.
Rumah Tahfidz di Jakarta Islamic School untuk tingkat SMP, kini menjadi tempat menuntut ilmu bagi 13 belia pilihan yang memiliki tekad mencintai Al Qur’an, menghafalnya, memahaminya dan mengamalkannya. Suatu tekad yang tentu saja banyak godaan dan tantangan.
Sejak pertama hadir di kelas, saya sebagai guru tahfidz mencoba menghadirkan metode terbaik, dengan berbagai aktifitas agar para muslimah belia ini terhindar dari rasa bosan dalam menghafal, namun hingga hari ini saya belum berhasil membuka kungkungan kotak rasa bosan, ini sedikit melemahkan saya, namun ketika mengingat terget-target dan tujuan mulia saya menjadi kuat, tegar dan kembali bersemangat mendampingi muslimah belia yang saya berikan pada mereka hati dan kasih sayang.

Hafalan di kelas ini dimulai dari juz 28, juz yang padat dengan nilai-nilai yang mesti dekat dan menjadi kepribadian wanita. Juz ini dimulai dengan surat Al Mujaadilah, surat yang menceritakan bagaimana islam mendidik wanita menjadi sosok pemberani membela kebenaran, mencintai ilmu pengetahuan, dan benar dalam arah tujuan memancarkan gelombang cinta yang amat dahsyat yaitu pada Allah SWT.
Surat kedua dari juz 28 adalah surat al Hasyr yang sarat penanaman etika dan pengetahuan mendasar beberapa cabang ilmu. Misalnya dalam surat al Hasyr disebutkan etika lingkungan dalam berperang, etika bersaudara sesama muslim yaitu mendahulukan kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan, etika menghormati para pendahulu, dsb. Diantara pengetahuan dasar yang disebutkan adalah hukum dasar perekonomian yaitu hukum distribusi seimbang sehingga kekayaan tidak terpusat di segelintir kelompok saja.
Dilanjutkan surat al Mumtahanah yang secara spesifik memperlihatkan bagaimana seharusnya rasa cinta itu dibangun, menyebutkan secara spesifik pula karakter yang harus dimiliki muslimah : karakter tauhid hanya menyembah Allah, karakter menjaga harga diri dan kehormatan, karakter menghargai kehidupan, karakter jujur, karakter mencintai kebenaran dan membenci maksiat, yang kesemua karakter itu melahirkan ampunan dari Allah SWT.
Dilanjut dengan surat as Shaaf, al Jumu’ah, al Munaafiquun, at Taghaabun, at Thalaaq dan at Tahrim, yang kesemuanya dapat memberikan efek pendidikan luar biasa pada gadis-gadis belia ini.
Target total disemester 1 adalah juz 28 dan 29, yang kemudian dilanjutkan disemester 2 dengan juz 27 dan 30, sehingga total dalam tahun pertama ada 4 juz dari al Qur’an yang dapat menjadi petunjuk hidup bagi muslimah belia ini. Target ini bukan sesuatu hal yang mudah, tapi saya akan berjuang menghantarkan 13 belia ini memiliki akhlaq, jiwa, mentalitas qur’ani untuk mengemban amanah Khalifah fil Ardh. Perjuangan ini tentu saja memerlukan dukungan dari semua pihak, dukungan keyakinan bahwa apa yang diperjuangkan ini tidak akan gagal dan akan dicapai dengan sepenuh tenaga dan cinta. sumber;http://jisc.eramuslim.com/gentong_ilmu/display/226-surah-al-mujadillah-di-rumah-tahfidzRumah Tahfidz Daarul Qur'an Al Imroniyyah





Ahlan Wasahlan di Rumah Tahfidz Qur'an Al Imroniyyah

assalamu'laikum Wr. Wb.

Nabi Muhammad SAW bersabda : Allah mempunyai keluarga dantara manusia.”Para sahabatpun bertanya,”Siapakah mereka ya Rasulullah?” lalu Rasulullah menjawab,”Para ahli Al Qur’an. Mereka keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya” (HR Ahmad)

Tentara Israel tak mampu sepenuhnya menaklukkan Gaza? Rahasianya, Gaza adalah Baitul Huffadz Qur’an alias rumag para penghafal Qur’an. Sampai saat ini,

menurut informasi yang dilansir info-Palestina, di Gaza terdapat hampir 5000 Hafidz dan Hafidzah. Di kepala dan qalbu merekalah, Allah SWT “menitipkan” keabadian Kalam-Nya sehingga terjaga kemurniannya. Tak heran bila Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, sangat menghormati dan menghargai para penghafal Qur’an itu. September tahun lalu misalnya, ia memberi uang tunjangan buat mereka masing-masing 100 ribu USD. Ia juga mengalokasikan anggaran khusus untuk menyokong kamp-kamp Penghafal Al Qur’an setempat. Saat ini, lebih 1000 calon Hafidz dan Hafidzah baru tengah digembleng di sana.

Di Indonesia, Insya Allah bukan hanya 5000, tapi 100.000 kita bisa cetak, asal kita ada kemauan serta dorongan kita sebagai orang tua.

Selain mengelola sendiri jejaring Rumah Tahfidz Qur'an Al Imroniyyah, Rumah Tahfidz Qur'an Al Imroniyyah juga mendukung pesantren dan madrasah penghafal Qur’an yang bertebaran di Tanah Air.

“Kami mempunyai program kepada mereka adalah program seperti Santri Gemar Membaca, Tunjangan Guru, Bingkisan Untuk Yatim, sehingga mempercepat target pembibitan 100.000 Penghafal Qur’an.

Anak - anak yang kami bina adalah Yatim Piatu Serta Dhuafa, kami berkeinginan mereka dapat menjadi Hafidz - Hafidzah yang handal. Percepatan terus digenjot dengan kemitraan kami dan para donatur sekalian sehingga terwujudnya cita - cita kita bersama.

“Untuk sementara ini, kami akan menghidupkan dan mengelola Rumah Tahfidz Qur'an Al Imroniyyah di Cimanggis - Depok.

Rumah itu secara fisik tidak harus dibangun dari nol, melainkan memanfaatkan asset yang sudah ada semisal rumah wakaf.

“Rumah Tahfidz juga akan dikembangkan ke daerah-daerah lain di Tanah air, karena ini juga cita - cita Guru ana Al Mukarrom Al Ustadz Al Hajj Yusuf Mansur yang mempunyai Program Mencetak 100.000 para penghafal Al Qur'an pada tahun 2015 nanti.

Dengan ini pula kami mohon do'a dan bantuan sebagai donatur kami, untuk mewujudkan cita - cita kita bersama.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar